Jepara, CyberNews. Beban di pundak Divaldo da Silva Teixeira Alves jauh lebih berat ketimbang pelatih-pelatih sebelumnya yang pernah menangani Persijap Jepara. Pasalnya, pelatih yang dikontrak semusim oleh manajemen Tim Kota Ukir itu diminta bisa memperbaiki peringkat tim di klasemen Kompetisi Indonesia Super League (ISL).
Tak tanggung-tanggung, manajemen berharap ada kejutan yang ditorehkan Diva. ''Bawa tim ini paling tidak ke peringkat lima di ISL,'' kata Edy Sujatmiko, wakil general manager tim Persijap.
Edy mengatakan, hal itu menjawab pertanyaan Diva, soal apa harapan pokok klub kepada dirinya. Diva memang terlibat pembicaraan komunikatif dan mengalir dengan para pengurus, manajemen, serta perwakilan suporter Persijap ketika ia mempresentasikan visi misinya selama satu musim di ruang rapat I setda Jepara, Minggu (8/8) malam.
''Oke, di peringkat lima. Berarti semua harus memiliki mental untuk sama-sama menunju peringkat lima. Tidak hanya pelatih dan pemain, tapi juga suporter, manajemen, serta pengurus. Kita harus satu keluarga besar Persijap,'' kata Diva.
Pelatih berusdia 32 tahun itu memaparkan pokok-pokok pikirannya dan dikomunikasikan langsung dengan unsur tim lain. Dia ingin pekerjaanya di Persijap semusim berjalan sehat. Sebagai pelatih, ia ingin menjadi orang pertama yang menerima informasi dari manajemen yang dialamatkan ke pemain.
Lalu Diva menyampaikan bagaimana jalan menuju lima besar seperti ditargetkan itu. Diva akan mengombinasikan kekuatan pemain berpengalaman dengan pemain muda. Tetapi ia belum menyebut daftar nama pemain referensi dimaksud. Mental tim jua harus dibangun dengan perlahan tapi pasti karena itu menjadi salah satu penentu sebuah tim dalam kompetisi.
''Saya berharap program perencanaan berhasil, dimana 60 persen adalah pembentukan mental dan karakter tim, dans elebihnya latihan fisik. Jadi mental adalah sesuatu yang prioritas di mata saya,'' katanya.
Diva ingin para pemainnya ada dalam satu barisan, semangat, dan bahkan pengorbanan. ''Pemain harus punya ambisi, kompetitif, profesional, mau berkorban, dan bekerja dari dalam hati. Hormati baju Persijap, bahkan kalau perlu berani mati untuk menjaga komitmen kepada klub. (suara Merdeka)

0 komentar:
Posting Komentar