Panpel Persijap Terancam Sanksi


Kasus pelemparan botol selalu saja mewarnai laga tandang PSM. Saat meladeni Persijap Jepara, misalnya, para pemain Pasukan Ramang terus mendapat lemparan botol minuman sejak unggul 2-0. 

Aksi itu jelas tidak bisa diterima. Tapi, kubu PSM tidak akan melaporkannya. Alasannya, saat
pertandingan berlangsung dan terjadi pelemparan, supervisi PT LPIS, Subramaniam ikut menyaksikan langsung. Subramaniam bahkan telah mencatat dan mengambil gambar semua kejadian di stadion.

“Setiap pertandingan dipantau oleh supervisi PT LPIS. Nah, kasus pelemparan botol yang kami alami tadi malam (Senin malam, red) juga sudah dicatat. Apalagi pertandingan disiarkan langsung,” jelas General Manager (GM) Finance PSM, Ishlah Idrus.

Petar Segrt juga menyesalkan terulangnya pelemparan terhadap pemainnya di tengah pertandingan. Menurut dia, hal itu akan merusak citra persepakbolaan Indonesia.

“Bukan cuma pemain. Saya juga terkena lemparan botol. Ini harus menjadi perhatian PT LPIS dan PSSI,” kata Petar.
Supervisi PT LPIS, Subramaniam mengatakan bahwa apa yang terjadi di Stadion Gelora Bumi Kartini, Senin malam sudah dicatat. Selanjutnya dibawa ke Jakarta untuk dibahas.

“Kita lihat apa yang terjadi sepanjang 2 x 45 menit. Memang, para pemain dan pelatih PSM terkena lemparan botol. Ini menjadi catatan penting terkait kinerja panpel Persijap,” kata Subramaniam. (ram/min)
Share on Google Plus

About Bagoes Gunawan

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar