Upaya SGBK Perbaiki Diri


 
Persoalan membeludaknya penonton dalam beberapa kali pertandingan resmi maupun uji coba, selama ini masih sering terjadi. Jumlah tiket terjual sering tak sebanding dengan berjubelnya pononton yang masuk ke dalam Stadion Gelora Bumi Kartini (SGBK).

Oleh karenanya, panitia pelaksana pertandingan (panpel) berupaya mengantisipasi dengan memberikan nomor tempat duduk di SGBK. Namun, pemberian nomor tempat duduk baru dilakukan di tribun tertutup, yakni VVIP dan VIP B1 dan VIP B2.

Menurut ketua panpel Sutejo, untuk tribun tertutup memiliki kapasitas 3.479 tempat duduk. Terdiri dari VVIP sebanyak 447 tempat duduk, serta VIP B1 dan VIP B2 di mana masing-masing memiliki kapasitas 1.516 tempat duduk.

Saat digelar pertandingan, tribun tertutup yang ongkos tiketnya lebih mahal kerap dipenuhi ribuan penonton. Sehingga, pemegang tiket justru merasa kurang nyaman dalam menyaksikan jalannya pertandingan, karena harus duduk berdesak-desakan dengan penonton lain.

Untuk harga tiket pada setiap pertandingan Djarum Indonesia Super League (ISL) musim 2010-2011, di tribun VVIP telah dijual dengan sistem tiket terusan. Harga tiket terusan Rp 2,5 juta untuk semua pertandingan yang digelar di SGBK. Dari 447 tiket/tempat duduk VVIP, kata Sutejo, saat ini masih ada sekitar 150 tiket yang belum terjual, dan akan dijual secara langsung pada setiap pertandingan kandang dengan harga Rp 150.000 untuk sekali pertandingan.

Sedangkan untuk tiket VIP B1 dan VIP B2, semuanya dijual secara langsung dengan harga Rp 60.000. ''Harga tiket VIP B1 dan VIP B2 kami naikkan sebesar Rp 10.000 dari harga musim lalu," kata Sutejo.

Kenaikan harga tiket juga terjadi di tribun terbuka. Di tribun sisi timur lapangan atau D1 dan D2 yang semula tiketnya seharga Rp 15.000, musim ini dinaikkan menjadi Rp 25.000. Tribun timur ini memiliki kapasitas 6.000 tempat duduk.

Sedangkan di tribun C1 dan C2 yang berada di belakang gawang, tiket musim ini dijual dengan harga Rp 15.000. Dibanding musim lalu, ada kenaikan Rp 5.000. Tribun C1 dan C2 ini mampu menampung 9.000 penonton.

Sutejo menambahkan, untuk tiket anak-anak, sebagaimana yang pernah dirancang, musim ini panpel akan memberlakukannya. ''Tiket anak-anak dikenakan pada penonton anak yang tidak dipangku. Untuk tribun tertutup harga tiket anak Rp. 25.000 dan di tribun terbuka Rp 10.000," jelasnya.

Sebagai antisipasi, panpel hanya membolehkan setiap orang dewasa membawa satu anak untuk dipangku. Jika membawa lebih dari satu anak, selebihnya akan dikenakan tiket sebagaimana yang sudah ditetapkan.

Lebih lanjut Sutejo membeberkan, terkait dengan target pendapatan dari penjualan tiket, panpel maupun manajemen masih belum bisa memprediksi. Hal itu karena belum ada kejelasan berapa kali Persijap akan mendapatkan jatah siaran langsung televisi.

''Kami besok siang (hari ini, Red) baru ada rapat manajer seluruh peserta Djarum ISL di Jakarta. Selanjutnya pada Selasa ada workshop panpel. Hasilnya kita baru akan tahu berapa kali Persijap mendapatkan jatah siaran langsung," kata Sutejo.

Menurutnya, pihak panpel maupun manajemen akan berusaha semaksimal mungkin agar Persijap tidak terlalu banyak mendapatkan jatah siaran langsung saat menggelar pertandingan kandang. Sebab semakin banyak pertandingan kandang yang disiarkan langsung televisi, akan banyak mengurangi pemasukan keuangan manajemen dari penjualan tiket. (han/aji)
Share on Google Plus

About Bagoes Gunawan

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar