Tarik Ulur Manajer Baru dan Kendala Dana

JEPARA - Persijap Jepara sebagai salah satu klub sepak bola di Jawa Tengah, telah mencatatkan sejarah yang baik dalam perhelatan kompetisi sepak bola, baik di liga maupun di Piala Indonesia. Berbeda dengan sejumlah klub di Jawa Tengah lainnya yang baru mampu berkiprah di Divisi Utama dan level-level di bawahnya.

Sebagai contoh, tim asal ibukota Provinsi Jawa Tengah, PSIS Semarang, yang telah berhasil menembus jatah tiket ke Indonesia Super League (ISL) saat pertama kali digulirkan di Indonesia, hanya mampu bertahan selama satu musim. Di musim berikutnya, tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar itu harus terdegradasi ke level di bawahnya, yakni Divisi Utama.

Sementara, klub-klub tetangga Persijap, seperti Persiku Kudus, PSIR Rembang, dan Persipur Purwodadi, masih belum mampu menembus level ISL.

Jika Persijap dibandingkan dengan sejumlah tim di Jawa Tengah yang masih berkutat di kompetisi level kedua atau bahkan di bawahnya lagi, tim kebanggaan Kota Ukir ini semestinya akan lebih baik dalam hal pengelolaan maupun segalanya. Berkiprah selama dua musim di ISL, yang merupakan kompetisi nomor wahid di Indonesia, seharusnya menjadi pelajaran yang baik untuk persoalan pengelolaan tim.

Namun, lagi-lagi dalam setiap masa jeda kompetisi atau pada masa transisi ke kompetisi musim berikutnya, problem yang sama selalu kembali terulang. Problem itu ada pada hal belum jelasnya pendanaan yang bakal menyokong Persijap.

Di saat tim-tim peserta ISL lainnya sudah menentukan formasi barunya, kali ini Persijap masih belum ada kejelasan seperti apa formasi musim depan. Bukan hanya formasi pemain, formasi manajemen yang bakal menjalankan roda tim pun masih tarik ulur antara siapa yang harus menjadi manajer menggantikan Edy Sujatmiko yang saat ini mengaku sudah enggan dipilih kembali.

Sebagai klub profesional, semestinya persoalan-persoalan seperti itu tak lagi muncul, atau paling tidak bisa diminimalisasi. Apalagi mengurus Persijap tidak lagi sekadar menjalankan klub sepak bola, tetapi sudah menjadi bagian dari aset daerah yang sangat berharga.

Di tengah berbagai persoalan tersebut, dua kelompok suporter besar di Jepara, Jetman maupun Banaspati, tetap setia memberikan dukungan motivasi kepada jajaran manajemen maupun pengurus Persijap agar tetap menjalankan kepengurusannya dengan baik. Mereka pun berharap agar pengurus dan manajemen segera berbenah dan melakukan persiapan menghadapi kompetisi musim depan.

Dalam berbagai kesempatan, Ali Anggoro dari Banaspati maupun Utomo dari Jetman juga seringkali menyuarakan agar Persijap tidak menyerah sebelum bertanding. (cw5/aji)
Share on Google Plus

About Bagoes Gunawan

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar