Korbankan Persijap untuk Pilkada??

JEPARA - Pengurus Persijap masih saja dihinggapi ketidaksiapan dalam mempersiapkan timnya yang akan bertarung di Indonesia Super League (ISL) musim mendatang. Ketua Umum Persijap, H Ahmad Marzuki yang secara meyakinkan menyatakan akan mengumumkan manajer tim baru bagi tim kebanggaan Kota Ukir kurang dari sepekan setelah dibubarkannya manajemen tim, malah menganulir pernyataannya.
Wakil Bupati Jepara ini menyatakan, terpaksa menunda penunjukan manajer dengan alasan masih akan berkonsultasi dengan Bupati Jepara menyangkut masalah pendanaan yang bersumber dari APBD Jepara. Keputusan ini jelas membuat harapan para pecinta Persijap yang sudah mulai terbit harus kembali padam.

"Kami bersama jajaran pengurus Persijap masih akan berkonsultasi lebih dahulu dengan Bupati terkait dengan masalah sokongan dana dari APBD Jepara. Setelah itu baru akan kami umumkan siapa manajer tim untuk musim kompetisi mendatang, " ujar Ahmad Marzuki baru-baru ini.

Situasi ini menurut beberapa pihak semakin mengarahkan Persijap pada situasi yang tidak pasti. Persoalan politik terkait dengan akan digelarnya Pilkada juga dikhawatirkan akan menempatkan Persijap pada posisi yang akan dikorbankan. Sebab dari beberapa tokoh kunci yang selama ini mengurusi Persijap, diisukan akan saling terlibat dalam persaingan politik di arena Pilkada.

Kepentingan
"Sialnya, Persijap tampaknya justru akan digunakan untuk kepentingan masingmasing. Entah itu untuk menjegal atau mengganggu langkah-langkah dari yang berseteru. Ini berbeda jika dibandingkan pada Pilkada di Lamongan beberapa waktu lalu, yang justru menempatkan Persela sebagai ikon daerah yang disepakati bersama oleh para pihak yang berpolitik untuk bersamasama dijaga dan didukung, " ujar salah satu pihak yang tidak mau disebutkan namanya.

Langkah pengurus Persijap yang hanya menunggu kepastian digelontorkannya dana APBD juga dinilai kurang strategis bagi masa depan Persijap. Samsul Arifin, salah satu tokoh olahraga Jepara menyatakan, sokongan dari APBD memang masih tetap harus didapatkan Persijap untuk tetap eksis. Namun demikian, menjadi tidak elegan jika akhirnya pengurus Persijap hanya berorientasi pada soal itu saja. Ada langkah-langkah lain yang bisa dilakukan sambil menunggu kepastian.

Langkah lain yang menurutnya sudah bisa dilakukan adalah mengoptimalkan kinerja PT Laskar Kalinyamat yang sudah ada. Visi bahwa badan hukum inilah yang di masa mendatang akan memegang peranan penting bagi kelangsungan Persijap sudah harus mulai dirintis untuk diwujudkan. Jika tidak, maka Persijap tertinggal jauh dari tim-tim lain.

"Artinya Persijap memang sudah saatnya ditangani oleh swasta. Namun bukan berarti para birokrat lepas tangan begitu saja. Mereka tetap memberikan back-up secara ter konsep untuk kemudian pada saatnya dilepaskan untuk dikelola oleh masya rakat secara penuh. Saya kira itu yang perlu dimulai, " ujar Samsul Arifin. dis-de
Share on Google Plus

About Bagoes Gunawan

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar