Subnetting


 Subnetting
Team Dosen Jaringan Komputer
Subnetting
Problem:  Organisasi mempunyai Multiple network yg di-manage secara independen
Solusi 1: alokasikan satu atau lebih address class C utk tiap jaringan
Sulit di-manage
Dari luar organisasi, tiap jaringan harus addressable

Solusi 2: tambah level hierarki dari IP addressing

Idea Dasar Subnetting
Pecah bagian host number dari IP address kedlm subnet number dan host number (lebih kecil)
Hasil: hierarki 3-layer





Lalu:
? Subnet dp secara bebas dialokasikan dlm organisasi
? Secara internal, subnet diperlakukan sbg jaringan terpisah
? Struktur subnet tdk terlihat dari luar organisasi

Subnet Masks
Router dan host menggunakan extended network prefix (subnet mask) utk identifikasi awal host number






Ada berbagi cara subnetting. Subnetting dg mask 255.255.255.0 cukup umum
Keuntungan Subnetting
Dg subnetting IP address menggunakan hierarki 3-layer
Network
Subnet
Host

Meningkatkan efisiensi IP address dg tdk mengkonsumsi keseluruhan address class B dan C utk tiap jaringan fisik

Mengurangi kompleksitas router. Krn eksternal router tdk mengetahui mengenai subnetting, kompleksitas tabel routing pd eksternal router dikurangi

Cat. Panjang subnet mask tdk perlu sama utk tiap subnetworks
Network Tanpa Subnetting
Network Dg Subnetting (1)
Network Dg Subnetting (2)
Penanggulangan
(memperlambat habisnya IP address)
Subnetting
Supernetting alias Classless Inter-Domain Routing (CIDR)
Tanpa Subnetting
Subnetting
Keterangan gambar
Jaringan dengan satu alamat kelas B tetapi memiliki lebih dari satu jaringan fisik
Hanya router lokal (R1) yang mengetahui adanya beberapa jaringan fisik
Router yang berada di Internet (in the rest of Internet) merutekan seluruh trafik ke jaringan di atas seolah-olah jaringan tersebut hanya terdiri dari satu buah jaringan
Dengan Subnetting
Subnetting
Mempelajari Subnetting dengan contoh kasus
- Perhatikan baik-baik contoh kasus berikut ini!
Contoh kasus subnetting kelas C
Sebuah perusahaan bernama xxx telah membeli sejumlah IP address kelas C.
IP Address yang dibeli mulai dari 192.179.220.0- 192.179.220.255
Sebagai administrator jaringan , anda diminta untuk mengatur network dengan ketentuan sbb:
? Ada 3 buah divisi (A, B, C)
? Divisi A telah memiliki LAN menggunakan teknologi IBM token ring dengan jumlah host sekitar 40 bh, divisi B akan dibuat LAN dengan menggunakan topologi star dengan jumlah host sekitar 38 buah, sedangkan divisi C memerlukan 5 buah host sehingga cukup dibangun menggunakan topologi bus
? Masing-masing divisi harus dibuat subnet dan setiap divisi harus dapat saling berkomunikasi via jaringan dan menggunakan server mail
Menentukan alokasi IP yang dibutuhkan
Kita akan membuat LAN untuk 4 buah divisi. Masing-masing LAN memiliki sebuah router yang menggunakan 2 buah NIC.
Apabila router tidak akan digunakan untuk keperluan lain, berarti alokasi jumlah IP Address untuk setiap divisi bertambah 2 setelah dijumlahkan dengan router

Menentukan total jumlah subnet
Setiap LAN harus dibuat subnet yang berbeda. Artinya apabila ada 3 buah LAN untuk 3 divisi maka harus ada sekurang-kurangnya 3 buah subnet juga.
Apakah jumlah LAN total identik dengan jumlah subnet total?
Menentukan range IP masing-masing subnet
Range IP address ini diperoleh setelah kita melakukan subnetting.
? Mula-mula tentukan subnet mana yang memerlukan IP Address paling banyak. (dalam contoh divisi A yaitu 40 host)
? Menentukan jumlah bit host yang terpakai untuk subnetting.
? Pembagian porsi network dan host suatu IP address didasari pada perhitungan bilangan biner.
? 2N-2= available subnet
? 2N >= 40 ? N = 6 (26=64)? jumlah bit host yang terpakai adalah 6 bit, sehingga jumlah bit host yang terpakai untuk network bit adalah 8-6 = 2


Menentukan Netmask yang baru

Problem
Jika anda perhatikan dengan seksama, subnet C dan D hanya memerlukan sedikit IP Address, yaitu 6 IP Address untuk subnet C dan 4 IP Address untuk subnet D
Tentu saja hal ini tidak efisien, karena ada sekian puluh IP Address yang tidak digunakan, dan sayangnya kelebihan IP Address tersebut tidak dapat dialokasikan untuk subnet A dan subnet B
Cara mengatasinya
Salah satu mengatasinya adalah memperkecil kapasitas subnet C dan subnet D.
Artinya adalah kita harus membuat sub- subnet dari subnet C dan subnet D
How?
Carilah :
Network dan subnet mask address sub-subnet yang baru
Netmask yang baru
Range IP address untuk sub-subnet yang baru
Variable subnetting
Subnet routing algorithm
Tabel ruting konvensional hanya mengandung informasi (network address, next hop address)
? Network address mengacu pada IP address dari jaringan yang dituju (misalnya N) sedangkan next hop address adalah alamat router berikutnya yang digunakan untuk mengirimkan datagram ke N
Tabel ruting dengan subnet mask :
(subnet mask, network address,next hop address)
? Router menggunakan subnet mask untuk meng-ekstrak subnet id dari IP address tujuan. Hasilnya dibandingkan dengan entry network address. Jika sesuai, maka datagram dikirimkan melalui router yang ada di next hop address
Classless Inter-Domain Routing (CIDR)
Subnetting ditemukan pada tahun 80-an
Tahun 1993 semakin disadari bahwa untuk menghemat IP address tidak boleh hanya mengandalkan teknik subnetting
Lahirlah Classless addressing (supernet addressing/supernetting)
Mengapa classless addressing?
Classfull address tidak membagi network address secara merata pada setiap kelas
Ada kurang dari 17000 alamat kelas B yang dapat di-assigned tetapi ada lebih dari 2 juta alamat kelas C
Permintaan akan alamat kelas C sangat lambat
Permintaan yang banyak terhadap kelas B akan mempercepat habisnya alamat kelas B (Running Out of Address Space (ROADS) problem)
Misalnya ada sebuah organisasi skala menengah yang ingin bergabung ke Internet
Mereka akan lebih suka memesan satu alamat IP kelas B karena
? Kelas C tidak dapat mengakomodasi lebih dari 254 hosts
? Alamat IP kelas B memiliki jumlah bit yang cukup untuk melakukan subnetting secara leluasa
Untuk menghemat alamat IP kelas B dengan supernetting, organisasi tersebut diberikan satu blok alamat IP kelas C
? Ukuran blok harus cukup besar sedemikian hingga organisasi tersebut dapat memberi alamat pada setiap jaringannya
Contoh
? Organisasi meminta kelas B dan bermaksud menggunakan oktet ke tiga sebagai field subnet  (ada 28-2 = 254 subnet dengan masing-masing memiliki jumlah host 254; jumlah total host 254x254 = 64516)
? Dengan supernetting, organisasi itu dapat diberi sebanyak 256 alamat IP kelas C yang berurutan (dengan blok sebesar ini, jumlah network yang bisa diberi alamat adalah 254 network; masing-masing network dapat mengakomodasi 254 host)
? Keinginan organisasi tercapai, alamat kelas B bisa dihemat
Supernetting menyebabkan informasi yang disimpan di router (yang dipertukarkan dengan router lain) akan sangat besar
Pada contoh sebelumnya : kalau menggunakan alamat kelas B hanya akan ada satu entry; bila menggunakan kelas C akan ada 256 entry
CIDR memecahkan masalah ini
Pada CIDR, satu blok alamat dinyatakan oleh satu entry dengan format (network address, count)
Network address adalah alamat terkecil dari suatu blok
Count menyatakan jumlah total network address di dalam suatu blok
Contoh : pasangan (192.5.48.0,3) menyatakan tiga network address yaitu 192.5.48.0, 192.5.49.0, 192.5.50.0
Dalam kenyataan, CIDR tidak hanya berlaku untuk kelas C
CIDR Address Blocks and Bit Masks
CIDR mensyaratkan ukuran setiap blok alamat merupakan kelipatan dua dan menggunakan bit masks untuk mengidentifikasi ukuran blok
Misalnya suatu organisasi diberi 2048 alamat yang berurutan mulai dari 128.211.168.0, maka range alamatnya adalah :
128.211.168.0 (10000000 11010011 10101000 00000000) : the lowest
128.211.175.0 (10000000 11010011 10101111 00000000) : the highest
CIDR memerlukan dua item untuk menyatakan suatu blok alamat :
32 bit lowest address
32-bit masks
Untuk contoh di atas, mask CIDR terdiri dari 21 bit “1”, yang artinya pemisahan antara prefix dan suffix terjadi setelah bit ke-21
Mask : 11111111 11111111 11111000 00000000
Notasi CIDR
Untuk identifikasi blok CIDR diperlukan address dan mask, maka dibuat notasi yang lebih pendek : CIDR notation (slash notation)
Slash notation untuk contoh sebelumnya adalah 128.211.168.0/21 dimana 21 menyatakan 21-bit masks
Keuntungan classless addressing : fleksibilitas dalam pemberian blok IP address
Misal sebuah ISP memiliki jatah alamat 128.211.0.0/16
ISP tsb. dapat memberi pelanggan mereka 2048  alamat dalam range /21 (seperti contoh sebelumnya)
Di lain waktu, mereka dapat memberi alamat kepada klien yang kecil (hanya dengan 2 komputer) dengan range /29 (128.211.176.212/29)
Addressing Plan Tipikal utk Organisasi
Tiap jaringan layer-2 (Ethernet, FDDI) dialokasikan subnet address
CIDR dan Pengalokasian Address
Backbone ISP mendpkan blok besar dari IP addresses space dan merelokasikan bagian dari blok address ke pelanggannya

Contoh:
Mis. ISP memp. Blok address 206.0.64.0/18, merepresentasikan 16.384 (214) IP addresses
Mis. Suatu client memerlukan 800 host addresses
Dg classful addresses: perlu mengalokasikan address class B (dan menyia-nyiakan ~ 64.700 addresses) atau 4 individual class C (dan mengintrodusir 4 route baru dlm tabel routing Internet global)
Dg CIDR, alokasikan /22 blok mis. 206.0.68.0/22 dan alokasikan blok 1.024 (210) IP addresses
CIDR dan Informasi Routing
CIDR dan Informasi Routing


Share on Google Plus

About Bagoes Gunawan

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar